Soal kimdas kesetimbangan kimia

Standar

Soal

1. Reaksi H2(g) + Cl2(g) 2HCl(g) Kc = 9.0  Jika H2, Cl2 dan HCl dicampurkan masing-masing 0.2 mol, hitunglah jumlah mol HCl yang dijumpai pada kesetimbangan!

(Jawab)

=  = 5 < K

Hal ini berarti reaksi bergeser ke kanan.

H2 dan Cl2 akan berkurang, serta HCl akan bertambah.

H2(g) +                      Cl2 2HCL

Mula-mula :      0.2  mol                                    0.2 mol             0.2 mol

Terurai        :    -x mol                                      -x mol                          +2x mol

Seimbang   :      (0.2-x) mol                               (0.2-x mol)                   (0.2 + 2x) mol

K =                     9  =                             3 =                 x  = 0.08

HCl pada kesetimbangan          = 0.2 + 2x

= 0.2 + 0.16

= 0.36 mol

2. Sebanyak 5 mol gas amonia dimasukan dalam suatu wadah, dan terurai sebanyak 2 mol menghasilkan gas nitrogen dan gas hidrogen. Campuran gas pada kesetimbangan menimbulkan tekanan total 3.5 atm. Hitunglah Kp!

(Jawab)

2NH3(g) N2(g) +          3H2(g)

Mula-mula        5 mol

Pergeseran       2 mol

Setimbang        3 mol                            1 mol                3 mol

pNH3 = x 3.5 atm = 1.5 atm

pN2 = x 3.5 atm = 0.5 atm

pH2 = x 3.5 atm = 1.5 atm

Kp =

=

= 0.75

soal kimdas

Standar

Soal

1. Jika 5 ml asam klorida 0,1 M dinetralkan oleh 10 ml larutan KOH…

  1. Tentukan molaritas KOH
  2. Massa KOH yang terkandung dalam 500 ml larutan KOH

2. Ada berapa jenis-jenis titrasi, sebutkan dan berikan masing-masing contohnya…

(Jawab)

  1. Dik : V1 = 5 ml

V2 = 10 ml

M1 = 0,1 M

M2 = …..?

    1. V1 x M1 = V2 x M2

5        x 0,1 = 10 x M2

M2 =  = 0.05 M

    1. M = x

M =  x

0.05 =  x 2

gram = 2.5 x 2

= 5 gr

2. Jenis-Jenis Titrasi asam basa terbagi menjadi 5 jenis yaitu :

ü      Asam kuat – Basa kuat, contoh :

- Asam kuat : HCl
– Basa kuat : NaOH

ü      Asam kuat – Basa lemah, contoh :

- Asam kuat : HCl
– Basa lemah : NH4OH

ü      Asam lemah – Basa kuat, contoh :

- Asam lemah : CH3COOH
– Basa kuat : NaOH

ü      Asam kuat – Garam dari asam lemah, contoh :

- Asam kuat : HCl
– Garam dari asam lemah : NH4BO2

ü      Basa kuat – Garam dari basa lemah, contoh :

- Basa kuat : NaOH

- Garam dari basa lemah : CH3COONH4

Mencangkok yuk!!!

Standar

<!– @page { margin: 0.79in } H2 { margin-bottom: 0.08in; widows: 0; orphans: 0 } H2.western { font-family: “Times New Roman”, serif } H2.cjk { font-family: “DejaVu Sans” } H2.ctl { font-family: “Tahoma”, sans-serif } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Cara Mencangkok Pohon Jambu

  • Alat dan Bahan :

  • Pisau

  • Gunting

  • Tali rafia

  • Air bersih

  • Tanah bakar secukupnya

  • Kapas

  • Plastik transparan

  • Pohon jambu

    • Langkah-langkah pencakokan :

  • Pilih dahan pohon jambu yang tidak terlalu tua(keras) dan juga tidak terlalu muda

  • Setelah menemukan dahan yang sesuai, maka kira-kira dengan panjang sekitar 10 cm, kuliti kulit dahan tersebut menggunakan pisau

  • Kuliti dengan hati – hati, dan jangan sampai merusak jaringan penting yang ada pada dahan pohon tersebut

  • Setelah itu, basahi kapas dengan air bersih dan bersihkan bagian dahan yang dikuliti tadi

  • Letakkan plastik membungkusi dahan bagian bawah, kemudian isi dengan tanah bakar

  • Bungkus dengan plastik kedua seperti membungkus permen

  • Ikat kedua ujungnya dengan tali rafia sehingga dapat membungkusi seluruh dahan pohon yang dikuliti tadi

  • Siramlah cangkokan tersebut dengan air bersih secukupnya

  • Diamkan selama beberapa bulan sampai cangkokan tumbuh akar

  • Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  • Kerjakan dengan hati – hati terutama saat menguliti sebab Pembuluh tapis pada tumbuhan jika rusak akan menyebabkan kegagalan pencangkokan dan jaringan disekitar bawah kulit tumbuhan sangat lemah dan rentan akan infeksi bakteri maupun virus

  • Pilihlah dahan yang kira-kira memiliki diameter antara 5 cm hingga 7 cm

  • Untuk penyiraman tidak membutuhkan air banyak dan hanya perlu disirami sekali dalam sehari untuk menghindari pembusukan


    • Lama cangkokan

Lamanya pencakokan sampai tumbuh akar pada sekeliling dahan yang sudah di kuliti, diberi tanah dan dibungkus dengan plastik pada pohon jambu ini yaitu sekitar 2 bulan.

Kunjungan ke saung mirwan

Standar

2.1 Sejarah Saung Mirwan
PT. Saung Mirwan didirikan pada tahun 1983 terletak di Ds. Sukamanah Kp.
Ps. Muncang Kec. Megamendung – Bogor, Indonesia dengan ketinggian 670m diatas permukaan laut. Pada awalnya, T. Hadinata selaku pemilik perusahaan memulai usahanya dengan menanam melon di atas lahan terbuka.
Tahun 1985 mulai dikembangkan usahanya dengan menanam bawang putih seluas 7 Ha di daerah Cipanas, Kab. Cianjur dan memperkerjakan karyawan sebanyak 100 orang. Karena banyak petani lain yang juga membudidayakan bawang putih, usaha tersebut kurang memberikan keuntungan sehingga kemudian diputuskan untuk mengembalikan usahanya di sekitar desa Sukamanah dengan mencoba usaha tanaman di dalam green house, menggunakan sistem tetes irigasi. Hasil percobaan awal yang menunjukkan hasil sangat memuaskan menjadikan T.Hadinata untuk memperbesar usaha ini dengan jenis tanaman melon, paprika, tomat, kyuuri dan shisito. Hingga tahun 1991 luas areal green house telah mencapai 1.5 Ha. Sampai akhir tahun 2001,
luasan PT. Saung Mirwan terdiri dari :
1. Desa Sukamanah, Bogor
Desa Sukamanah merupakan pusat kegiatan PT. Saung Mirwan dari produksi, pengemasan, penjualan, sampai pada administrasi. Bangunan green house mempunyai luasan sebesar 3 Ha, terdiri atas tanaman tomat cherry, shisito, kyuuri, baby kyuuri, krisan pot, mawar pot, gloxynia, kalanchoe, armenia, gardenia, cabe hias, cemara, beringin cina, dan anthurium.Untuk areal lahan terbuka dengan luas 2 Ha
dibudidayakan tanaman okra, baby kailan, buncis TW, edamame,dan euchaliptus
silver dolar. Sedangkan lain-lain seluas 5.5 Ha, terdiri atas bangunan kantor, gudang, sarana olah raga, tempat, ibadah, gudang pengemasan, bengkel, koperasi, asrama,dan
lain lain.
2. Lemah Neundeut, Bogor
Lemah Neundeut yang terletak tidak jauh dari desa Sukamanah, merupakan lahan produksi seluruhnya dengan areal seluas 3.5 Ha. Lahan yang diperoleh dari sewa kepada PTPN 08 Gunung Mas – Bogor ini terbagi atas : Green house seluas 1.2 Ha terdiri atas tanaman paprika, tomat beef, dan krisan potong. Lahan luar seluas 1.5
Ha terdiri atas tanaman edamame, buncis mini, dan silver dollar. Lain-lain seluas 0.8
Ha terdiri atas sarana dan prasarana kebun.
3. Garut
Lahan Garut merupakan areal produksi dengan luas 9 Ha yang diperoleh dengan menyewa lahan dari para petani yang bermukim di sekitar areal pertanaman. Lahan yang tersebar di sekitar Kecamatan Cisurupan ini tersebar di desa Cisurupan, Tambakbaya, Cilame, Cidatar, Barusuda, dan Balewangi ini terbagi atas :
Lahan luar seluas 8.7 Ha terdiri atas tanaman kapri, lollorosa, butterhead, selada keriting, selada merah, endive, lettuce head, lettuce romaine, asparagus, brocolly, edamame, zukini hijau, radichio, kailan baby, kailan, daun bawang, pakcoy putih, dan pakcoy hijau Green house / persemaian seluas 0.06 Ha digunakan untuk tempat persemaian Lain lain seluas 0.24 Ha terdiri atas sarana dan prasarana kebun seperti
kantor, asrama, dan lain lain.
4. Mitra Tani, Bogor dan Garut
Terdiri dari 60 – 100 orang mitra plasma dengan luasan sebesar 30 Ha, dan komoditi yang ditanam adalah edamame, buncis mini, zukini hijau, dan okra untuk
wilayah Bogor dan. Sedangkan untuk wilayah Garut sampai saat ini baru dalam tahap percobaan / pengembangan.
Banyaknya relasi dan kedekatan T. Hadinata dengan pakar pertanian di negeri Belanda yang unggul dengan produk produk pertaniannya, memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan, untuk memberikan konsultasi atas berbagai hal mulai dari masalah teknologi, informasi pasar, koperasi, dan juga kemitraan. Tahun 1992 PT. Saung Mirwan melakukan diversifikasi dengan mengadakan percobaan untuk memproduksi stek krisan yang sudah berakar, yang kemudian dilanjutkan dengan percobaan produksi bunga pot dan potong. Karena tuntutan pasar akan kebutuhan sayur, maka PT. Saung Mirwan secara tidak langsung harus meningkatkan produksi sayurnya, baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun jenisnya. Namun, karena keterbatasan sumber daya manusia dan lahan, perusahaan mulai mencoba menerapkan sistem kemitraan. Mula mula dimulai dengan petani petani kecil di sekitar perusahaan, dan kemudian diperluas sampai daerah Bandung dan sekitarnya. Pasar lokal yang menjadi sasaran utama perusahaan adalah mencakup Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Tetapi untuk memperluas target pasar lokal, saat ini PT. Saung Mirwan juga telah mempunyai pelanggan di Bandung, Surabaya, sampai Bali. Sedangkan untuk pasar ekspor, mulai tahun 1998 PT. Saung Mirwan mulai memasok kebutuhan sayuran ke negara Hongkong Taiwan, dan Jepang. Tahun 1999, PT. Saung Mirwan bekerjasama dengan sebuah perusahaan dari negeri Belanda, Deliflor Chrysanten B.V. melakukan percobaan stek krisan yang sudah berakar dengan membuka lahan produksi tambahan.

2.2 Fasilitas PT Saung Mirwan
Sebagai salah satu upaya untuk memberikan sarana dan prasarana bagi seluruh karyawannya, PT. Saung Mirwan juga memberikan fasilitas-fasilitas tambahan untuk seluruh karyawan, disamping kewajiban sebagai sebuah perusahaan yang harus diberikan kepada karyawannya. Sarana yang diberikan oleh perusahaan kepada
karyawan antara lain :
– Gedung untuk beribadah
– Sarana asrama karyawan
– Sarana olah raga seperti lapangan tennis, tennis meja, dan mini golf
– Sarana hiburan seperti, kolam pemancingan

2.3 Visi dan Misi PT Saung Mirwan
Visi :
– Menjadi Salah Satu Leader di Bidang Agribisnis dengan Menerapkan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pertanian.
Misi :
– Menghasilkan produk pertanian yang berkualitas Tinggi secara berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan pasar.
– Senantiasa meningkatkan kualitas produk, kualitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan untuk memberikan kepuasan pelanggan.
– Mengembangkan sistem agribisnis melalui jaringan kemitraan.
– Bekerjasama dengan berbagai lembaga penelitian untuk menerapkan teknologi tepat guna yang bermanfaat untuk pelaku agribisnis.

2.4 Beberapa Jenis Bunga dan Sayuran yang dibudidayakan
 Bunga
Selain menawarkan bunga krisan pot dan potong, PT. Saung Mirwan juga menyediakan bunga jenis lain yang menjadi kebutuhan pelanggan.

- Bunga balon
– Silver dolar baby
– Aster peacock
– Papyrus
– Syferus
– Asparagus bintang
– Asparagus covery
– Futoy
– Baby breath
– Gompherena
– Phylo dendrum
– Leather leaf
– Selocia (jengger ayam)
– Rosela
– Ivy hijau
– Aspeditra
– Krisdoren
– Ruscus
– Morea
– Taiwan leaf
– Khalanchoe pot
– Gloxinia pot
– Pointsettia
– Cut Amarantus
– Cut lysianthun
Bunga Krisan

Krisan, bunga bulan November, bunga musim gugur. Saat ini kalo teman – teman jalan – jalan ke taman di Perancis, atau ke toko bunga, halaman orang, maka tanaman Krisan ini yang dominan terlihat.
Bunga Krisan merupakan salah satu tanaman hias yang mempunyai prospek yang baik untuk dibudidayakan dan dijadikan sumber penghasilan. Karena itu Tanaman Krisan atau Seruni yang punya nama latin Chrysanthemum.
Bunga Krisan masih sodaraan dengan bunga Aster, Daisy, sama sama masuk famili Asteraceae. Keunggulan Krisan terletak pada masa tanamnya yang singkat dan harganya yang stabil, keaneka ragaman warna dan bentuk bunganya, juga karena sebagai bunga potong, krisan bisa tahan lebih dari 2 minggu di vas. Krisan pot bahkan bisa bertahan sampai hitungan bulan.
Krisan sebenarnya bunga asli dari kawasan Asia Timur, seperti Korea, Jepang dan China Utara tapi saat ini lebih banyak ditanam di negara eropa dan amerika.
Krisan di Perancis disebut Chrysanthème , merupakan bunga yang diasosiasikan dengan duka dan kematian. Krisan putih banyak digunakan untuk pemakaman, dan juga di tanggal 1 November pada saat perayaan La Toussaint (All Saints), Krisan warna warni diserbu untuk menghiasi kuburan. Kalo di Indonesia keknya Krisan dipake untuk bunga di pernikahan juga ya? Di Amrik juga keknya Krisan itu bunga untuk keceriaan.
 Budidaya Bunga Krisan
Tanaman krisan sangat cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian antara 700 – 1200 di atas permukaan laut (dpl). Untuk daerah yang curah hujannya tinggi, penanaman harus dilakukan di dalam bangunan rumah plastik, karena krisan gak tahan terpaan air .
Untuk pembungaan bunga ini butuh cahaya yang lebih lama, makanya perlu bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Penyinaran paling baik di tengah malam antara jam 22.30 – 01.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 meter persegi, dan lampu dipasang setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2 – 8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga.
Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20 – 26 derajat selsius. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17 – 30 derajat selsius.
Di pembibitan krisan perlu kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit dari stek yaitu berkisar 90 – 95%, sedangkan RH untuk tanaman muda sampai dewasa antara 70 – 80 persen, diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai.
Tanaman krisan mulai berbunga pada umur 10 – 14 minggu setelah tanam, tergantung pada jenis varietasnya. Saat panen yang paling tepat untuk krisan standar adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3 – 4 hari sebelum mekar penuh. Krisan tipe sprai dapat dipanen bila 75 – 80% dari seluruh kuntum bunga dalam satu tangkai telah mekar penuh.
Bibit Krisan bisa didapatkan dengan jalan penanaman stek pucuk maupun bila dinginkan dalam skala besar maka gunakanlah teknik kultur jaringan, Krisan bisa dipacu produksinya dengan penggunaan perlakuan khusus berupa pembuangan titik tumbuh (pincing), penjarangan tanaman dan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT).
Gampang. Kalo dapet kiriman krisan potong, setelah semingguan menikmati
Bisa juga dari benih . biji yg dibeli dlm sanchet. Semaikan biji pada media sekam, pasir, tanah berhumus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Agar media terbebas dari bakteri pembusuk, kukus media sebelum digunakan. Siramin teratur, ngasih pupuk sbb : pada masa pertumbuhan (hingga dua bulan) beri pupuk lengkap seperti gandasil, hyponex atau complesal dengan kadar nitrogen tinggi.
Ketika tanaman menampakkan kuntum bunga, gunakan pupuk dengan kadar P (fosfat) tinggi untuk merangsang munculnya kuntum bunga., 3 bulan kemudian sudah bisa menikmati bunga krisan yang indah
 Sayuran
Sayur yang dihasilkan oleh PT. Saung Mirwan berasal dari produk sendiri, dan juga kemitraan.
Secara garis besar, sayur yang diproduksi adalah berasal dari sistem budidaya :
1. Green house, seperti paprika, timun mini, shisito, dan lain lain.
2. lahan luar, seperti lettuce head, edamame, okra, dan lain lain.
Sayur yang diterima oleh PT. Saung Mirwan diseleksi terlebih dahulu dan melalui proses sortasi, sehingga akan dihasilkan produk produk yang berkualitas dan mempunyai daya simpan lebih lama.

2.5 Teknik Budidaya Sayuran secara Hidroponik
o Media
Media hidroponik yang baik memiliki pH yang netral atau antara 5.5 – 6.5. Selain itu media harus porous dan dapat mempertahankan kelembaban. Media yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan tahap pertumbuhan tanaman :
Media untuk persemaian atau pembibitan
Untuk persemaian dapat digunkan media berupa pasir halus, arang sekam atau rockwool. Pasir halus sering digunakan karena mudah diperoleh dan harganya murah, namun kurang dapat menahan air dan tidak terdapat nutrisi di dalamnya. Media yang biasa digunakan adalah campuran arang sekam dan serbuk gergaji atau serbuk sabut kelapa.
Media untuk tanaman dewasa hampir sama dengan media semai, yaitu pasir agak kasar, arang sekam, rockwool dan lain – lain. Media yang ideal adalah arang sekam. Keuntungannya adalah kebersihan dan sterilitas media lebih terjamin bebas dari kotoran maupun organisme yang dapat mengganggu seperti cacing, kutu dan sebagainya yang dapt hidup dalam pasir. Media arang sekam bersifat lebih ringan namun lebih mudah hancur, penggunaannya hanya dapat untuk dua kali pemakaian. Arang sekam dapat dibeli di toko – toko pertanian atau membuat sendiri.
Benih
Pemilihan benih sangat penting karena produktivitas tanaman teranganutng dari keunggulan benih yang dipilih. Periksa label kemasan benih, yaitu tanggal kadaluarsa, persentase tumbuh dan kemurnian benih. Pemilihan komoditas yang akan ditanam diperhitungkan masak-masak mengenai harga dan pemasarannya. Contoh sayuran eksklusif yang mempunyai nilai jual di atas rat – rata adalah tomat Recento, ketimun Jepang, Melon, parika, selada, kailan, melon dan lain – lain.
 Peralatan Budidaya Hidroponik
Peralatan yang diperlukan adalah :
Wadah semai, bisa menggunakan pot plastik, polybag kecil, bak plastik, nampan semai, atau kotak kayu.
Wadah tanaman dewasa, umumnya digunakan polybag berukuran 30 – 40 cm dengan lobang secukupnya untuk mengalirkan kelebihan air saat penyiraman.
Kertas tissu / koran basah untuk menjaga kelembaban
Ayakan pasir untuk mengayak media semai Handsprayer untuk penyiraman
Centong pengaduk media Pinset untuk mengambil bibit dari wadah semai
Polybag ukuran 5 kg untuk penanaman transplant Benang rami (seperti yang sering digunakan tukang bangunan) untuk mengikat tanaman Ember penyiram
 Pelaksanaan
Persiapan media semai Sebelum melakukan persemaian, sempuran media semai diaduk dahulu secara merata. Persemaian tanaman Persemaian benih besar Untuk benih yang berukuran besar seperti benih melon dan ketimun, sebaiknya dilakukan perendaman di dala air hangat kuku selama 2 – 3 jam dan langsung ditanamkan dalam wadah semai yang berisi media dan telah disiram dengan air. Benih diletakkan dengan pinset secara horisontal 4 – 5 mm dibawah permukaan media.Transplanting bibit dari wadah semai ke wadah yang lebih besar dapat dilakukan ketika tinggi bibit sekitar 12 – 15 cm (28 – 30 hari setelah semai). Persemaian benih kecil Untuk benih berukuran kecil seperti tomat, cabai, terong dan sebagainya cara persemaiannya berbeda dengan benih besar. Pertama siapkan wadah semai dengan media setebal 5 – 7 cm. Di tempat terpisah tuangkan benih yang dicampurkan dengan pasir kering steril secukupnya dan diaduk merata. Benih yang telah tercampur dengan pasir ditebarkan di atas permukaan media semai secara merata, kemudian ditutup dengan media semai tipis – tipis (3 – 5 mm). Setelah itu permukaan wadah semai ditutup dengan kertas tisu yang telah dibasahi dengan handsprayer kemudian simpan di tempat gelap dan aman.Wadah semai sebaiknya dikenakan sinar matahari tip pagi selama 1 – 2 jam agar perkecambahan tumbuh dengan baik dan sehat. Setelah benih mulai berkecambah, kertas tisu dibuang.
Setelah bibit mencapai tinggi 2 – 3 cm dipindahkan ke dalam pot / polybag pembibitan.
Perlakuan semai Bibit kecil yang telah berkecambah di dalam wadah semai perlu disirami dengan air biasa. Penyiraman jangan berlebih, karena dapat menyebabkan
serangan penyakit busuk.
 Pembibitan
Setalah bibit berumur 15 – 17 hari (bibit yang berasal dari benih kecil) perlu
dipindahkan dari wadah semai ke pot / polybag pembibitan agar dapat tumbuh dengan baik. Caranya adalah dengan mencabut kecambah di wadah semai (umur 3 – 4 minggu setelah semai) secara hati – hati dengan tangan agar akar tidak rusak kemudian tanam pada lubang tanam yang telah dibuat pada pot / polybag pembibitan.
Transplanting/pindah tanam Sebelum dilakukan pindah tanam, perlu dilakukan persiapan media tanam, yaitu dengan mengisikan media tanam ke polybag. Sebaiknya pengisian dilakukan di dekat lokasi penanaman di dalam green house agar sterilitas
media tetap terjaga.
Setelah wadah tanam siap dan dibuatkan lubang tanam, maka transplanting siap dilakukan. Transplanting dilakukan dengan membalikkan pot pem bibitan secara perlahan – lahan dan menahan permukaannya dengan jemari tangan (bibit dijepit diantara jari telunjuk dan jari tengah). Jika pada pembibitan digunakan polybag, maka cara transplanting bisa dilakukan dengan memotong / menggunting dasar polybag secara horisontal.
 Penyiraman
Penyiraman dilakukan secara kontinu, dengan indikator apabila media tumbuh dipegang dengan tangan terasa kering. Meida tanam hidroponik bersifat kering sehingga penyiraman tanaman jangan sampai terlambat. Jenis dan cara penyiraman adalah sebagai berikut:
o Penyiraman manual
Penyiraman dilakukan dengan handsprayer, gembor / emprat atau gayung. Cara penyiramannya adalah sebagai berikut :
– Pada masa persemaian
Cara penyiraman untuk benih berukuran kecil cukup dengan handsprayer 4 – 5 kali sehari untuk menjaga kelembaban media. Untuk benih berukuran besar digunakan gembor/emprat berlubang halus atau tree sprayer.
– Pada masa pembibitan
Penyiraman dilakukan dengan gembor dilakukan sebanyak 5 – 6 kali sehari dan ditambahkan larutan encer hara.
– Pada masa pertumbuhan dan produksi
Penyiraman dilakukan dengan memeberikan 1.5 – 2.5 l larutan encer hara setiap harinya.
– Penyiraman otomatis
Penyiraman dapat dilakukan dengan Sprinkle Irrigation System dan Drip Irrigation System, yaitu sistem penyiraman semprot dan tetes . Sumber tenaga berasal dari pompa.
– Perawatan Tanaman.
Perawatan tanaman yang perlu dilakukan antara lain adalah :
Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan untuk membuang cabang yang tidak dikehendaki, tunas air, atau cabang yang terkena serangan penyakit. Pemangkasan dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Misal pada tomat recento hanya dipelihara satu batang utama untuk produksi.
Pengikatan
Tanaman yang telah berada di wadah tanam selama 7 hari memerlukan penopang agar dapat berdiri tegak sehingga tanaman dapat tumbuh rapi dan teratur. Penopang tersebut diberikan dengan cara mengikat tanaman dengan tali (benang rami).
Penjarangan bunga (pada sayuran buah) Penjarangan bunga perlu dilakukan agar pertumbuhan buah sama besar. Namun hasil penelitian penjarangan bunga pada ketimun Gherkin tidak menunjukkan hasil yang berbeda dengan perlakuan tanpa penjarangan bunga.
Pengendalian hama dan penyakit Pengendalian dapat dilakukan baik secara
manual maupun dengan pestisida.
Panen dan Pasca panen
Dalam pemanenan perlu diperhatikan cara pengambilan buah / hasil panen agar diperoleh mutu yang baik, misalnya dengan menggunakan alat bantu pisau atau gunting panen. Cara panen yang benar dan hati-hati akan mencegah kerusakan tanaman yang dapat mengganggu produksi berikutnya.
Kriteria panen masing-masing jenis sayuran berlainan satu sama lainnya dan tergantung dari pasar. Makin besar buah belum tentu makin mahal / laku, malah termasuk kriteria buah afkir sehingga waktu panen yang tepat dan pengawasan pada proses produksi perlu diperhatikan.
Penanganan pasca panen
Pemasaran produk hasil budidaya hidroponik sangat dipengaruhi oleh perlakuan pasca panen. Standar harga penjualan produksi tergantung dari menarik atau tidaknya produk yang dihasilkan, terutama dilihat dari penampilan produk (bentuk, warna, dan ukuran). Perlakuan pasca panen sangat penting karena kualitas produk tidak semata-mata dari hasil produksi saja, melainkan sangat tegantung dan ditentukan oleh penanganan pasca panen, kemasan, sistem penyusunan, metode pengangkutam maupun selektivitas produk. Kerusakan produk dapat dikurangai dengan penanganan pasca panen yang tepat sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah pada produk

2.5 Proses Dan Cara Pengemasan Di Pt Saung Mirwan
Pengemasan merupakan salah satu divisi di PT. Saung Mirwan yang aktivitasnya menangani sayur pasca panen untuk kemudian disiapkan menjadi satu produk sesuai dengan kriteria yang diharapkan pelanggan. Tahapan-tahapan yang dilakukan di pengemasan meliputi penerimaan, pembersihan, penyimpanan, dan pengepakan. Kegiatan di dalam pengemasan ini berlangsung selama 24 jam penuh.
 Penerimaan
Di Packaging juga diberikan penyuluhan-penyuluhan kepada mitra-mitra baru khususnya, yang berkenaan dengan pasca panen, dari cara penyusunan sayuran sampai pada kriteria standar sayuran yang diterima, meskipun hal ini juga dijelaskan oleh penyuluh-penyuluh lapang perusahaan.
Proses di Packaging ini dimulai dari penerimaan sayur yang dihasilkan oleh divisi produksi, maupun kemitraan (mitra beli, mitra tani, dan mitra tani kota). Sayur yang dipilih adalah jenis produk sesuai dengan standar mutu yang telah disepakati antara packaging dengan para pemasok sayur.
Pada saat sortasi, tak jarang pihak pemasok (divisi produksi, kemitraan, maupun petani itu sendiri) datang langsung untuk mengirim sayuran hasil produksinya untuk disetorkan kepada PT. Saung Mirwan. Selain diantar sendiri, pihak PT. Saung Mirwan juga memberikan pelayanan pengambilan panen dari pihak produksi / mitra untuk membantu pengangutannya dari lahan ke Packaging. Apabila pihak pemasok datang sendiri, maka wajib bagi mereka untuk menyaksikan kegiatan sortasi agar tidak ada pihak yang dirugikan dan apabila ada kerusakan-kerusakan yang terjadi sehingga dapat dilakukan perbaikan perbaikan handling sayuran pada saat pasca panen.
 Pembersihan
Trimming merupakan salah satu proses yang dilakukan di Packaging setelah penerimaan dan sortasi. Sayur yang telah disortasi untuk selanjutnya dibersihkan dari kotoran, serta dilakukan pembuangan pada bagian-bagian tertentu dari sayuran yang tidak diperlukan (trimming). Biasanya trimming dilakukan pada sayuran jenis daun-daunan yang berbentuk crops dengan cara membuang daun lapisan paling luar (pada jenis kol, lettuce, dll). Biasanya kriteria daun yang ditrimming adalah 2-3 daun terluar, daun yang berlubang (bekas serangan hama dan penyakit), serta daun yang rusak akibat kesalahan mekanis pada saat pasca panen.
 Penyimpanan
Setelah kegiatan trimming, proses selanjutnya adalah penyimpanan. Penyimpanan dilakukan pada ruang pendingin dengan temperatur yang optimal sesuai dengan daya simpan (Shelf Life) sayuran tersebut. Untuk mengatasi kendala tersebut, PT. Saung Mirwan membangun lebih dari 1 unit ruang pendingin agar penyimpanan sayuran tersebut dapat disesuaikan dengan daya simpan diatas. Untuk sayur jenis daun-daunan (kol, sawi putih, seledri, lettuce, selada, dan lain-lain) biasanya disimpan pada ruang pendingin bertemperatur 4-7° C. Sedangkan sayur-sayuran yang berjenis buah-buahan (tomat, paprika, daikon, dan lain-lain) ditempatkan pada ruang pendingin bertemperatur 7-10° C. Pada sayur jenis paprika, selain disimpan di tempat bertemperatur rendah, saat ini telah digunakan teknologi baru untuk memperpanjang daya simpan sampai 3 minggu lebih yaitu menggunakan sistem penghampaan udara (vacuum).
Teknologi ini dilakukan dengan cara menyungkup sayuran ke dalam satu kantong plastik berukuran besar dan kemudian menyedot semua udara / yang ada didalam plastik dan kemudian ditutup dengan rapat. Dengan proses penghampaan udara ini diharapkan agar proses respirasi di dalam sayuran dapat dihambat sehingga daya simpannya menjadi lebih lama. Setelah dilakukan percobaan, ternyata teknologi ini cukup efektif karena dapat meningkatkan daya simpan yang sebelumnya hanya mampu disimpan maksimal 10 hari menjadi sampai 3 minggu lebih.
 Pengepakan
Di Gelar/Ura/Tanpa Kemasan Merupakan sayur yang dijual dalam bentuk tanpa dikemas. Untuk pengiriman menggunakan truk Saung Mirwan , sayur diletakkan pada krat boks. Untuk pengiriman menggunakan jasa angkut perusahaan lain , sayur dimasukkan pada kotak karton atau styrofoam box yang diberi es untuk pendinginan
Dikemas/Packed/Wrapped Menggunakan Film Plastic. Sayur dibungkus menggunakan bahan yang disebut dengan film plastic . Kegunaan dari kemasan dalam bentuk ini adalah : tampilan akan tampak bersih dan mewah , mengurangi penguapan yang berlebihan untuk memperpanjang shelf life , melindungi sayur dari konta minasi silang.
Dikemas/Packed/Wrapped Menggunakan Trayfoam dan Film Plastic. Sayur ditata / diletakkan teratur di atas trayfoam kemudian dibungkus dengan menggunakan film plastic. Kegunaan dari kemasan dalam bentuk ini adalah : tampilan akan tampak lebih bersih dan mewah, mengurangi penguapan yang berlebihan untuk memperpanjang shelf life, melindungi sayur dari kontaminasi silang , melindungi sayur dari kerusakan fisik yang diaki batkan oleh tekanan.
Dikemas/Packed/Wrapped Menggunakan Kantong Plastik. Sayur dimasukkan ke dalam kantong plastik dari jenis plastik PP atau ada juga jenis plastik PE . Kantong plastik diberi lubang pada beberapa bagian permukaannya untuk sirkulasi udara. Kegunaan dari kemasan dalam bentuk ini adalah : Mengurangi penguapan yang berlebihan untuk memperpanjang shelf life, mengurangi kemungkinan kontaminasi silang.
Dikemas/Packed/Wrapped Menggunakan Kantong Plastik Khusus. Plastik yang dimaksud diberi nama plastik tipe A . Sayur diletakkan dalam plastik tipe A ini secara baik kemudian plastik di ” sealed ” pada ujungnya sedemikian rupa hingga plastik ter tutup rapat. Kegunaan dari kemasan dalam bentuk ini adalah : tampilan akan tampak lebih bersih dan mewah , mengurangi penguapan yang berlebihan untuk memperpanjang shelf life, melindungi sayur dari kontaminasi silang, mudah untuk pembeli dalam membawa kantong ini karena dilengkapi dengan lubang pegangan tangan.
Dikemas/Packed/Wrapped Menggunakan Vacuum Plastic, Plastik jenis ini dipergunakan membungkus sayur yang sudah dipersiapkan secara khusus sayur yang sudah mendapatkan proses pengupasan , pencucian , pemotongan
hingga siap untuk dimasak. Sayur yang sudah diproses dimasukkan ke dalam vacuum plastik kemudian di vacuum hingga udara di dalam plastik menjadi habis / hampa . Kegunaan dari kemasan dalam bentuk ini : Sayur yang dikemas siap dimasak hingga mengurangi waste yang berarti juga mengurangi masalah sampah rumah tangga dari sayuran, menghemat waktu bagi konsumen karena sayur sudah siap untuk diolah tanpa memerlukan waktu untuk pembersihan atau pengupasan.
Sebagai perusahaan yang sudah mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun dan menghasilkan produk produk berkualitas, saat ini PT. Saung Mirwan telah memasok produksinya kepada customer besar.

Mollusca

Standar

MOLLUSCA

1. Kelas Amphineura
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Class : Amphineura
Ordo :
Family :
Genus : Chiton
Species : Chiton sp

Ciri Kharakterisik:
 Habitat di laut, didaerah pantai sampai kedalaman sedang
 Makanannya rumput laut dan mikroorganisme dari batu karang
 Bentuk tubuh elips, bagian dorsal dilindungi delapan lembaran kapur yang pipih dan tersusun seperti genting
 Kaki berotot, diantara kaki dan mantel dipermukaan ventral ada alur yang dangkal disebut alur pallial.
 Bagian kepala mereduksi, tidak punya mata dan tentakel, dalam mulut punya alat untuk memarut disebut radula dengan deretan gigi yang banyak
 Jantung terletak diposterior, terdiri dua atrium dan satu ventrikel
 Ekskresi dengan nefridia
 Beberapa Chiton punya titik mata yang kecil mata didalam epidermis pada lembaran-lembaran
 Jenis kelamin terpisah, telurnya banyak, fertilisasi eksternal

2. Kelas Scaphopoda
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Class : Scaphopoda
Ordo :
Family :
Genus : Dentalium
Species : Dentalium sp

Ciri Kharakterisik:
• Habitat dilaut, perairan dangkal sampai kedalaman 5000 m, hidup dengan membenamkan diri dilumpur atau pasir
• Makanannya mikroplankton, hewan kecil
• Tubuh ramping, memanjang dorsoventral, diselubungi oleh mantel yang menghasilkan cangkok berbentuk tubular. Cangkok terbuka ujungnya, melengkung dan meruncing
• Kaki untuk menggali lubang, disekitar mulut ada beberapa tentakel yang kontraktil dan bersilia disebut captula dengan ujung yang menjulur
• Tidak punya kepala, tidak punya insang jadi respirasi dengan mantel
• Reproduksi : dioecious, telur dilepaskan secara terpisah dan sesudah stadium larva yang singkat hewan-hewan muda tenggelam di dasar laut

3. Kelas Pelecypoda

Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Class : Pelecypoda
Ordo :Eulamellibranchia
Family : Unionidae
Genus : Anodonta
Species : Anodonta grandis

Ciri Kharakterisik:

 Habitat dilaut dan air tawar
 Makanannya zooplankton phytoplankton
 Tubuh simetri bilateral, tubuh lunak diantara 2 cangkok lateral yang bersendi dibagian dorsal.
 Tidak punya kepala, punya sebuah kaki berbentuk pipih seperti kampak
 System pencernaan mulut → esophagus → ventriculus → hepar → intestinum → rectum → anus
 System pernapasan dengan insang dibantu oleh pernapasan mantel
 Gunjal berbentuk U
 System saraf meliputi 3 pasang ganglia yang saling berhubungan
 System refroduksi : melepaskan telur-telur dan spermanya kedalam air, menghasilkan larva yang mikroskopis kemudian membuat cangkoknya dan menjadi bivalvia yang kecil-kecil.

Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Class : Cephalopoda
Ordo : Tauthoidea
Family : Loliginidae
Genus : Loligo
Species : Loligo sp

4. Kelas Cephalopoda

Ciri kharakteristik
 Habitat dilaut
 Makanannya ikan, mollusca lain dan crustacean
 Tubuh berbentuk krucut dilindungi oleh mantel yang berotot
 Kepala besar punya dua mata yang nampak jelas
 Punya cangkok dari baham tanduk untuk menyokong tubuhnya
 System pencernaan : mulut → pharyng → esophagus → ventriculus → intestinum → anus.
 System pernapasan dengan insang
 System ekskresi yaitu ginjal
 System saraf dan indera : otak terletak diatas pharink dengan saraf berpasangan, ada juga statocyt untuk keseimbangan, punya sepasang mata.
 System refroduksi : Jenis kelamin terpisah, betina banyak menghasilkan telur yang mengandung kuning telur yang dibuahi di dalam rongga mantel dan kemudian diletakkan dalam kapsul dari gelatin yang panjang, tidak ada bentuk larva, hewan muda merupakan cumi-cumi kecil.

5. Gastropoda

Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Class : Gastropoda
Ordo : Pulmonata
Family : Achatinidae
Genus : Achatina
Species : Achatina fulica

Ciri Kharakteristik:
Habitatnya di laut, di darat, di tanah-taah lembab, padangpasir yang kering, biasanya membuat celah-celah atau lubang
Makananya tanaman hijau yang dibasahi dengan ludahnya
Kkepala berotot dengan 2 tentakel yang retraktil, punya sepasang tentakel dan punya mulut.
Tubuh berlendir dan tubuhnya dapat dimasukan dalam cangkok oleh otot columella yang membentang didalam sampai kepuncak diujung cangkok.
System pencernaan sempurna dari mulut-anus
Respirasi dengan paru-paru untuk gastropoda tanah jika dalam air oleh insang.
Jantung : 1 atrium, 1 ventrikel
Ekskresi : ginjal
System refroduksi : hermaprodit, di dalam cangkok dipuncaknya terdapat ovotestis yang menghasilkan telur dan sperma
Variasi cangkok: pendek, tinggi, kerucut, gelendong, silindris, warna bermacam-macam, permukaan ada yang rata, bergerigi

ECHINODERMATA

1. Asteroidea

Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Asteroidea
Ordo : Spinulosa
Family : Asterinidae
Genus : Asterina
Species : Asterina sp

Ciri Kharakteristik:
 Habitat pantai yang berbatu karang
 Makanannya adalah rumput laut, hewan yang sudah mati, organisme kecil-kecil
 Terdiri dari central disk
 Pada permukaan aboral terdapat banyak duri yang tumpul dari zat kapur ( spina )
 Diantara duri terdapat terdapat dermal branchiae, kecil dan lunak menonjol dari rongga tubuh berfungsi untuk bernafas dan ekskresi
 Disekeliling duri dan diantara populae banyak terdapat alat yang seperti catut yang kecil untuk membersihkan permukaan tubuh dari kotoran dan untuk menangkap makanan.
 Anus terdapat dipermukaan atas aboral
 Dideket anus terdapat madreporit yang membulat
 Mulut terdapat dipermukaan oral
2. Ophiuroidea

Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Ophiuroidea
Ordo : Ophiurae
Family : Ophiothridae
Genus : Ophiothrix
Species : Ophiothrix sp

Ciri Kharakteristik:
o Tubuh kecil membulat dengan lima lengan yang panjang, kecil beruas-ruas dan mudah patah
o Ruas jumlahnya banyak masing-masing terdiri dari osicle yang menyatu ditengah Yang dilindungi oleh empat lembaran
o Lateral, dorsal dan ventral dengan spineless
o Kaki ambulakral kecil tanpa penghisap
o Semua organ digesti dan refroduksi berada didalam tubuh ditengah
o Mulut berada ditengah
o Tidak punya anus
o Organ ekskresi dengan mulut
o Ada lima pasang bursa seperti kantung disekitar mulut untuk pernapasan dan menerima saluran gonad
o Madreporit dipermukaan oral

3. Echinoidea

Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Echinoidea
Ordo : Spangoida
Family : Echinocardiae
Genus : Echinocardium
Species : Echinocardium sp

Ciri Kharakteristik:
• Habitatnya batu karang di pantai atau dasar lau
• Cara bergerak dengan kaki ambulakral dan spinanya, kaki untuk berpegangan pada suatu objek didasar laut.
• Makanannya yaitu rumput laut, hewan-hewan yang sudah mati, organisme kecil
• Musuhnya adalah ikan, bintang laut, burung, udang, mamalia
• Tubuhnya bulat tidak mempunyai lengan, mempunyai duri yang panjang dan dapat digerakan
 System pernapasan menggunakan insang
• Anus terletak ditengah pada aboral
• Mulut besar ada dipermukaan oral
• Saluran pencernaan panjang dan berbelok membulat disisi dari pelindung tubuh yang keras
• System refroduksi : alat kelamin terpisah
• Fertilisasi eksternal

4. Crinoidea
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Crinoidae
Ordo : Articulata
Family : Antedoniae
Genus : Antedon
Species : Antedon distincta

Ciri Kharakteristik:
 Habitat dilaut, digaris pantai sampai kedalamannya 4000 m
 Makanannya adalah plankton dan sampah yang ditangkap oleh tentakel dan dialirkan oleh cilia kearah mulut
 Tubuh kecil berbentuk piala ( Calyx )
 Pada tangkai dibawah calyx
 Punya akar = Cirri untuk memperkuat pegangan
 Mulut dan anus pada permukaan atas calyx
 Punya kaki ambulakral yang bersilia
 Tidak punya madreporit
 System saraf yaitu saraf cincin ditengah dan sebuah saraf yang menuju tiap lengan
 System reproduksi yaitu ovipar dan fertilisasi eksternal

5. Holothuroidea

Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Holothuroidea
Ordo : Aspidochirota
Family : Holothuridae
Genus : Holothuria
Species : Holothuria sp

Ciri Kharakteristik:
 Habitatnya didasar laut, membuat lubang dipasir, Lumpur dan hanya ujung tubuhnya yang terlihat
 Makanannya bahan organic didasar laut, plankton yang dijebak dengan lendirnya pada tentakel
 Bentuk tubuh ramping memanjang dengan sumbu oral aboral
 Tubuh dilindungi oleh kulit dan mengandung osicle dari zat kapur yang berukuran mikroskopis
 Mulut dibagian anterior dikelilingi oleh tentakel
 Dinding tubuh terdiri dari kutikula yang dilindungi epidermis yang tidak bersilia.
 Saluran pencernaan panjang dan kecil berkelok-kelok didalam coelom
 Alat respirasi : pembuluh bercabang-cabang, bentuk seperti pohon
 System sirkulasi darah : adanya pembuluh sepanjang intestinum
 System refroduksi : jenis kelamin terpisah

Kebun Raya cibodas untuk tugas botani cryptogamae

Standar

Tentang kebun raya cibodas

2.1 Profil Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas didirikan oleh Johannes Ellias Teysmann pada tanggal 11 April 1852 di Cibodas, yang ditandai dengan ditanamnya Kina (Chincona calisaya Wedd.) di Tanah Cibodas. Luas Kebun Raya Cibodas adalah 125 Ha yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango.
Kebun Raya Cibodas didirikan melewati masa jajahan Hindia Belanda dan Jepang. Pada awal berdirinya, dikelola oleh para botanist Hindia Belanda dan setiap masa selalu mengalami perkembangan. Pada mulanya ia merupakan cabang dari Kebun Raya Bogor, tetapi, kemudian berkembang sampai sekarang menjadi UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas yang bernaung di bawah Lembanga Ilmu Pengetahuan Indonsia (LIPI).
Sejak Indonesia lepas dari jajahan Hindia Belanda, ia masih belum dikelola oleh putra Indonesia. Sejak 1952, baru pengelolaannya di pegang oleh putra-putra Indonesia. Sejak tahun itu sampai sekarang mengalami 19 kali pergantian kepala. Kepala Kebun Raya Terakhir adalah Ir. Holif Immamudin yang menjabat sejak 2002 sampai sekarang.
Pada tahun 2006 diresmikan Taman Lumut sebagai sarana konservasi. Jenis-jenis lumut se Indonesia. Pembangunannya dimulai pada tahun 2004 oleh tim dari LIPI dengan melakukan eksplorasi, ekspedisi, dan identifikasi janis-jenis lumut di Indonesia.
Keinginan Kebun Raya Cibodas untuk mengungkap kekayaan alam Indonesia, berakhir pada sebuah ide pembuatan Taman lumut yang mengkoleksi spesimen hidup lumut di Kebun Raya Cibodas. Salah satu tugas pokok yang dimiliki Kebun Raya Cibodas adalah mengkonservasi jenis-jenis flora, khususnya untuk flora dataran tinggi basah yang sesuai dengan kondisi habitat yang dimiliki Kebun Raya Cibodas. Oleh karena itu, dibangunlah Taman lumut, dengan salah satu tujuannya untuk memperkuat fungsi dan tugas utama Kebun Raya Cibodas dalam bidang konservasi.

2.2 Tanaman Lumut (Bryophyta)
Pembangunan Taman Lumut di Kebun Raya Cibodas, merupakan Taman Lumut pertama yang ada di Indonesia. Bahkan Indonesia adalah negara tropik pertama di dunia yang memiliki koleksi lumut outdoor. Di beberapa negara di daerah subtropik (Jerman, Singapura) juga terdapat taman/koleksi lumut, hanya saja karena iklim yang tidak mendukung, kebun tersebut pada umumnya berada di dalam ruangan.
Kebun Raya Cibodas selalu berusaha untuk menambah koleksi dengan mencari dan mengeksplor beberapa daerah yang tumbuhannya belum dikoleksi Kebun Raya Cibodas. Selain itu untuk menambah informasi, Kebun Raya Cibodas di dukung oleh staff peneliti melakukan penelitian-penelitian dibidang flora dan konservasinya.
Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam divisio Bryophyta (dari bahasa Yunani bryum, “lumut”). Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati. Kelompok tumbuhan ini juga belum memiliki pembuluh sejati. Alih-alih akar, organ penyerap haranya adalah rizoid (harafiah: “serupa akar”). Daun tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya.
Lumut Termasuk diivisi bryophyte, berasal dari bahasa yuyani yang berarti “tumbuhan lumut “, pada umumnya lumut berwarna hijau, karena mempunyai sel – sel dengan plastid yang menghasilkan klorofil a dan b, dengan demikian lumut bersifat autotrof. Tubuh lumut dapat dibedakan antara sporofit dan gametofitnya.
1. Ciri – Ciri Tubuh
– Sel – sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
– Pada semua tumbuhan yang tergolong lumut terdapat persamaan bentuk
Susunan gametangiumnya(anteredium ,maupun arkegonium)terutama susunan arkegoniumnya, mempunyai susunan yang khas yang sering kita jumpai pada tumbuhan paku(pteridophyta).
– Batang dan daun pada tumbuhan lumut yang tegak memiliki susunan yang berbeda – beda..
– Daun lumut umumnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun, lebih dari satu lapis sel. Sel –se l daun kecil , sempit panjang dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala.
– Pada tumbuhan lumut hanya terdapat pertumbuhan memanjang dan tidak ada pertumbuhan membesar.
– Rizoid tampak seperti rambut / benang – benang , berfungsi sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam –garam mineral (makanan)
– Struktur sporofit (sporogonium) tubuh lumut terdiri atas:
1. Vaginula , kaki yang diselubungi sisa dinding arkegonium.
2. Seta atau tangki.
3. Apofisis, yaitu ujung seta yang agak melebar yang merupakan peralihan antara
seta dan kotak spora.
4. Kaliptra atau tudung berasal dari dinding arkegonium sebelah atas menjadi tudung kotak spora.
5. Kolumela, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora.
2. Reproduksi
Reproduksi lumut bergantian antara seksual dengan aseksualnya, reproduksi aseksualnya dengan spora haploid yang dibentuk dalam sporofit, sedangkan reproduksi seksualnya dengan membentuk gamet – gamet, baik gamet jantan maupun gamet betina yang dibentuk dalam gametofit. Ada 2 macam gametangium , yaitu sebagai berikut:
– Arkegonium adalah gametangium betina yang bentuknya seperti botol dengan bagian
– lebar yang disebut perut, bagian yang sempit disebut leher.
– Anteredium adalah gametangium jantan yang berbentuk bulat seperti gada. Dinding
anteredium terdiri dari selapis sel sel yang mandul dan didalamnya terdapat sejumlah sel induk spermatozoid. Reproduksi aseksual dan seksual berlangsung secara bergantian melalui suatu pergiliran keturunan yang disebut metagenesis. Jika anteredium dan arkegonium berada dalam satu individu, tumbuhan lumut disebut berumah satu (monoesis) dan jika dalam satu individu hanya terdapat anteredium atau arkegonium saja disebut berumah dua (diesis).
3. Klasifikasi
Digolongkan menjadi dua kelas , namun berdasarkan penelitian terbaru maka lumut dibagi menjadi tiga kelas yaitu music, hepaticeae, dan anthoceroraceae.
a. Lumut daun / music
Lumut daun banyak terdapat ditempat – tempat yang lembab, mempunyai struktur seperti akar yang disebut rizoid dan struktur seperti daun.
Siklus hidup lumut mengalami pergantian antara generasi haploid dengan diploid.
Sporofit pada umumnya lebih kecil , berumur pendek dan hidup tergantung pada gametofit. Contoh lumut ini antara lain: polytricum juniperinum, furaria, pogonatum cirratum, Aerobrysis longissima, dan lumut gambut sphagnum.

b. Lumut hati (hepaticeae)
Tubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti lobus pada hati. Siklus hidup lumut ini mirip dengan lumut daun. Didalam spongaria terdapat sel yang berbentuk gulungan disebut alatera. Elatera akan terlepas saat kapsul terbuka , sehingga membantu memencarkan spora. Lumut ini juga dapat melakukan reproduksi dengan cara aseksual dengan sel yang disebut gemma, yang merupakan struktur seperti mangkok dipermukaan gametofit. Contoh lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan porella.

C. Lumut tanduk (Anthocerotaceae)
Mempunyai gametofit lumut hati; perbedaannya adalah terletak pada sporofit lumut ini mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit, masing – masing mempunyai kloroplas tunggal yang berukuran besar, lebih besar dari kebanyakan tumbuhan lumut.Contoh lumut tanduk adalah anthoceros laevis.

3. Manfaat tumbuhan lumut bagi manusia
Tumbuhan lumut tidak berperan langsung dalam kehidupan manusia , tetpai ada spesies tertentu yang dimanfaatkan oleh penduduk untuk mengobati hepatitis, yaitu Marchantia polymorpha. Selain itu jenis – jenis lumut gambut dari genus sphagnum dapat digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas.

2.3 Tanaman Paku (Pterydophyta)
Kebun Raya Cibodas telah mengoleksi beberapa jenis paku pohon (tree fern). Jenis-jenis yang telah dikoleksi terbagi ke dalam 3 marga, yaitu Dicksonia, Cyathea, dan Cibotium. Salah satu jenis Dicksonia yang berasal dari Papua adalah Dicksonia hieronymi Brause. Jenis paku ini sangat menarik dan potensial untuk dikembangkan sebagai tanaman hias. Bentuknya yang menyerupai pohon dengan susunan daun yang roset di ujung batang sangat cocok ditanam sebagai ornamen taman. Rambut kecoklatan yang menutupi juga menambah keindahan paku ini.
Dicksonia hieronymi sekilas sangat mirip dengan paku kidang (Dicksonia blumei). Perbedaan yang dapat terlihat adalah dari rambut-rambut halus pada pucuk, dan tangkai daunnya. Dicksonia hieronymi memiliki rambut yang lebih lembut dan panjang dengan warna coklat yang lebih muda sedangkan Dicksonia blumei lebih kaku berwarna merah coklat berkilau. Kedua jenis ini juga memiliki penyebaran yang berbeda.
Dicksonia blumei penyebarannya meliputi Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Bali sedangkan Dickonia hieronymi hanya ditemukan di Papua. Habitat Dicksonia hieronymi umumnya di hutan berlumut pada ketinggian 1400-3000 m dpl.
Tumbuhan paku (atau paku-pakuan, Pteridophyta atau Filicophyta), adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya, sama seperti lumut dan fungi.
Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui hampir 10.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia), sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas, mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon, yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil sekarang ditambang orang sebagai batu bara.
Tumbuhan paku (Pteridophyta) adalah divisi dari kingdom Plantae yang anggotanya memiliki akar, batang, dan daun sejati, serta memiliki pembuluh pengangkut. Tumbuhan paku sering disebut juga dengan kormofita berspora karena berkaitan dengan adanya akar, batang, daun sejati, serta bereproduksi aseksual dengan spora. Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) karena memiliki pembuluh pengangkut.
1. Ciri-ciri tumbuhan paku
Ciri tumbuhan paku meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh
Ukuran dan bentuk tubuh : Tumbuhan paku memiliki ukuran yang bervariasi dari yang tingginya sekitar 2 cm, misalnya pada tumbuhan paku yang hidup mengapung di air, sampai tumbuhan paku yang hidup di darat yang tingginya mencapai 5 m misalnya paku tiang (Sphaeropteris). Tumbuhan paku purba yang telah menjadi fosil diperkirakan ada yang mencapai tinggi 15 m. Bentuk tumbuhan paku yang hidup saat ini bervariasi, ada yang berbentuk lembaran, perdu atau pohon, dan ada yang seperti tanduk rusa.
Tumbuhan paku terdiri dari dua generasi, yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit dan generasi gametofit ini tumbuh bergantian dalam siklus tumbuahan paku. Generasi sporofit adalah tumbuhan yang menghasilkan spora sedangkan generasi gametofit adalah tumbuhan yang menghasilkan sel gamet (sel kelamin). Pada tumbuhan paku, sporofit berukuran lebih besar dan generasi hidupnya lebih lama dibandingkan generasi gametofit. Oleh karena itu, generasi sporofit tumbuhan paku disebut generasi dominan. Generasi sporofit inilah yang umumnya kita lihat sebagai tumbuhan paku.
Struktur dan fungsi tubuh tumbuhan paku generasi sporofit : Tumbuhan paku sporofit pada umumnya memiliki akar, batang, dan daun sejati. Namun, ada beberapa jenis yang tidak memiliki akar dan daun sejati. Batang tumbuhan paku ada yang tumbuh di bawah tanah disebut rizom dan ada yang tumbuh di atas permukaan tanah. Batang yang yang tumbuh di atas tanah ada yang bercabang menggarpu dan ada yang lurus tidak bercabang. Tumbuhan paku yang tidak memilki akar sejati memilki akar berupa rizoid yang terdapat pada rizom atau pangkal batang.
Tumbuhan paku ada yang berdaun kecil (mikrofil) dan ada yang berdaun besar (makrofil). Tumbuhan paku yang berdaun kecil, daunnya berupa sisik. Daun tumbuhan paku memiliki klorofil untuk fotosintesis. Klorofil tumbuhan paku yang tak berdaun atau berdaun kecil terdapat pada batang. Tumbuhan paku sporofit memiliki sporangium yang menghasilkan spora. Pada jenis tumbuhan paku sporofit yang tidak berdaun, sporangiumnya terletak di sepanjang batang. Pada tumbuhan paku yang berdaun, sporangiumnya terletak pada daun yang fertil (sporofil). Daun yang tidak mengandung sporangium disebut daun steril (tropofil). Sporofil ada yang berupa helaian dan ada yang berbentuk strobilus. Strobilus adalah gabungan beberapa sporofil yang membentuk struktur seperti kerucut pada ujung cabang. Pada sporofil yang berbentuk helaian, sporangium berkelompok membentuk sorus. Sorus dilindungi oleh suatu selaput yang disebut indisium. Sebagian besar tumbuhan paku memiliki pembuluh pengangkut berupa floem dan xilem. Floem adalah pembuluh pengangkut nutrien organik hasil fotosintesis. Xilem adalah pembuluh pengangkut senyawa anorganik berupa air dan mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan. Spora yang menghasilkan sporofit akan tumbuh membentuk struktur gametofit berbentuk hati yang disebut protalus atau protaliaum.
Struktur dan fungsi tubuh tumbuhan paku generasi gametofit
Gametofit tumbuhan paku hanya berukuran beberapa milimeter. Sebagian besar tumbuhan paku memiliki gametofit berbentuk hati yang disebut protalus. Protalus berupa lembaran, memiliki rizoid pada bagian bawahnya, serta memiliki klorofil untuk fotosintesis. Protalus hidup bebas tanpa bergantung pada sporofit untuk kebutuhan nutrisinya. Gametofit jenis tumbuhan paku tertentu tidak memilki klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis. Makanan tumbuhan paku tanpa klorofil diperoleh dengan cara bersimbiosis dengan jamur.
Gametofit memilki alat reproduksi seksual. Alat reproduksi jantan adalah anteridium. Anteridium menghasilkan spermatozoid berflagelum. Alat reproduksi betina adalah arkegonium. Arkegonium menghasilkan ovum. Gametofit tumbuhan paku jenis tertentu memiliki dua jenis alat reproduksi pada satu individu. Gametofit dengan dua jenis alat reproduksi disebut gametofit biseksual. Gametofit yang hanya memiliki anteridium saja atau arkegonium saja disebut disebut gametofit uniseksual. Gametofit biseksual dihasilkan oleh paku heterospora (paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berbeda).
C. Reproduksi
Tumbuhan paku berkembang biak secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dan seksual pada tumbuhan paku terjadi seperti pada lumut. Reproduksi tumbuhan paku menunjukkan adanya pergiliran antara generasi gametofit dan generasi sporofit (metagenesis). Pada tumbuhan paku, generasi sporofit merupakan generasi yang dominan dalam daur hidupnya.
Generasi gametofit dihasilkan oleh reproduksi aseksual dengan spora. Spora dihasilkan oleh pembelahan sel induk spora yang terjadi di dalam sporangium. Sporangium terdapat pada sporofit (sporogonium) yang terletak di daun atau di batang. Spora haploid (n) yang dihasilkan diterbangkan oleh angin dan jika sampai di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi protalus dan selanjutnya menjadi gametofit yang haploid (n).
Gametofit memiliki dua jenis alat reproduksi, yaitu anteridium dan arkegonium, atau satu jenis alat reproduksi, yaitu anteridium saja atau arkegonium saja. Arkegonium menghasilkan satu ovum yang haploid (n). Anteridium menghasilkan banyak spermatozoid berflagelum yang haploid (n). Spermatozoid bergerak dengan perantara air menuju ovum pada arkegonium. Spermatozoid kemudian membuahi ovum. Pembuahan ovum oleh spermatozoid di arkegonium menghasilkan zigot yang diploid (2n). Zigot membelah dan tumbuh menjadi embrio (2n). Embrio tumbuh menjadi sporofit yang diploid (2n). Metagenesis tumbuhan paku dapat dilihat melalui bagan metagenesis tumbuhan paku, sebagai berikut :
3. Klasifikasi
Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Paku Purba (Psilopsida)

Tumbuhan paku purba yang masih hidup saat ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies sampai 13 spesies dari dua genus. Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis. Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak memiliki daun sejati.
Paku purba yang memilki daun pada umumnya berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik. Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. Batang paku purba mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang. Sporofil paku purba menghasilkan satu jenis spora (homospora). Gametofitnya tidak memiliki klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk memperoleh nutrisi. Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun (Rhynia) dan paku purba berdaun kecil (Psilotum).
b. Paku Kawat (Lycopsida)

Paku kawat mencakup 1.000 spesies tumbuhan paku, terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella. Paku kawat banyak tumbuh di hutan-hutan daerah tropis dan subtropis. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. Anggota paku kawat memiliki akar, batang, dan daun sejati. Daun tumbuhan paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Pada paku rane (Selaginella) sporangium terdiri dari dua jenis, yaitu mikrosporangium dan megasporangium. Mikrosporangium terdapat pada mikrosporofil (daun yang mengandung mikrosporangium). Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan. Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang mengandung megasporangium). Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina.
Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil. Gametofit memperoleh makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannnya. Gemetofit paku kawat ada yang uniseksual, yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual, yaitu mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. Selaginella merupakan tumbuhan paku heterospora sedangkan gametofit biseksual terdapat pada Lycopodium.

d. Paku Sejati (Pteropsida)

Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat. Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12.000 jenis dari kelas Filicinae. Filicinae memiliki akar, batang, dan daun sejati. Batang dapat berupa batang dalam (rizom) atau batang di atas permukaan tanah. Daun Filicinae umumnya berukuran besar dan memiliki tulang daun bercabang. Daun mudanya memiliki ciri khas yaitu tumbuh menggulung (circinnatus). Jenis paku yang termasuk paku sejati yaitu Semanggi (Marsilea crenata), Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum cuneatum), Paku sawah (Azolla pinnata), dan Dicksonia antarctica.

3. Manfaat Tumbuhan Paku
Beberapa jenis tumbuhan paku dapat diamanfaatkan bagi kepentingan manusia. Jenis tumbuhan paku yang dapat dimanfaatkan yaitu semanggi (Marsilea crenata) dimakan sebagai sayur, paku rane (Selaginella plana) sebagai obat untuk menyembuhkan luka, Paku sawah (Azolla pinnata) sebagai pupuk hijau tanaman padi di sawah, suplir (Adiantum cuneatum) dan paku rusa (Platycerium bifurcatum) sebagai tanaman hias.

Zero to Hero

Standar

“BE HERO MENJADI BESAR DEGAN CARA YANG BENAR”
“sesungguhnya fisik tak akan
mampu meladeninya.”

Menjadi besar dengan niat yang benar
“Berapa banyak amal yang remeh menjadi besar gara-gara niat. Dan berapa banyak amal yang besar menjadi remeh gara-gara niat”(Abdullah bin Mubarak)

Jangan-jangan prestasi yang kita punya sirna dihadapan Allah karena tidak didasari niat yang benar, tidak dibingkai keikhlasan dan jauh dari keridhaann Allah. Seperti kisah tiga orang penting yang diseret ke neraka karena salah niat. Mereka adalah:
1. Orang alim, yang banyak ilmunya
2. Dermawan, orang yang banyak dermanya
3. Mujahid, orang yang gemar berjihad
Tiga tokoh penting yang mempunyai prestatif di tengah kaumnya harus tinggal
kekalanya di neraka karena salah dalam niatnya selama hidup di dunia. Ilmu yang Ia berikan pada umat hanya untuk mencari gelar agar dikatakan sebagai orang alim, harta yang Ia keluarkan agar dikatakan sebagai orang dermawan, Ia berjihad agar dikatakan sebagai pemberani. Sungguh merugi orang yang mempunyai niat yang salah dalam hidupnya, walaupun apa yang dilakukan sangat baik dan terpuji namun niatnya bukan karena Allah dan hanya untuk mendapat pujian manusia saja, maka rugi dan celakalah!!.

Allah berfirman:
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan demikianlah itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (Al-An’am: 162-163)

Niat benar, amal menjadi besar
Niat memiliki banyak fungsi dan arti yang berdampak pada bernilai tidaknya suatu amal.

1. Menyempurnakan
Tanpa niat yang jelas, sebuah amal tidak sempurna, tidak bernilai di sisi Allah.
“innamal a’malu bin niyaat” sesungguhnya sempurnanya amal adalah dengan niat. Inilah yang menjadi dasar setiap amal, niat masuk dalam rukun setiap ibadah. Tak ada ibadah tanpa niat. Ikhlas berarti membersihkan dan memurnikan sesuatu dari yang mengotorinya. Secara istilah, ikhlas adalah menghendaki keridhaan Allah semata, dengan membersihkannya dari segala dosa individual maupun pamrih duniawi, Rasulullah saw, bersabda :
“Sesungguhnya diterimanya amal perbuatan hanyalah tergantung pada niatnya dan setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Maka barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-nya, maka hijrahnya itu (ikhlas) karena Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa berhijrah karena faktor duniawi yang dikehendakinya atau untuk mendapatkan wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai dengan yang diniatkannya”. (HR.Bukhari Muslim)

2. Mengubah
Niat yang buruk bisa mengubah suatu amal yang baik menjadi buruk. Misalnya shadaqah, infaq sebuah amal baik, tapi bila dilakukan untuk pamrih tertentu seperti jabatan, kedudukan, popularitas, maka ia menjadi gugur nilainya. Tapi tidak berlaku sebaliknya. Tak bisa, dengan alasan niat yang baik untuk mengubah keburukan menjadi kebaikan. Tidak bisa melakukan korupsi, mencuri, maksiat dengan tujuan ibadah, misalnya “Bismillah nawaitu korupsi lillahi ta’alaa.. Saya berniat korupsi karena Allah Ta’ala.”
Karena ada kaidah “al ghayah laa tubarriru al wasilah” tujuan yang baik tidak menghalalkan segala cara. Jadi tujuan baik harus dilakukan dengan cara baik pula. “Sesungguhnya Allah mewajibkan kebaikan atas segala sesuatu.”(HR.Muslim)
.

3. Menguatkan
“Jika kamu telah bulat tekadmu, maka bertawakkallah kepada Allah.”
(Ali Imran : 159)
Dengan niat, amal menjadi kuat, komitmen menjadi kokoh, motivasi menjadi dahsyat, badan yang lemas menjadi kuat. Itulah ruhun niyah, ruhnya niat.
Misalnya ketika lapar. Jika bukan karena niat berpuasa jiwa akan gelisah begaimana caranya untuk bisa segera memenuhi “keroncongan” perutnya. Tapi bila sejak awal berniat untuk berpuasa, InsyaAllah jiwa akan kuat karena telah meniatkannya. Jika sudah mempunyai niat untuk berpuasa, maka saat menunaikannya akan sabar dalam menjauhi maksiat dan tegar menghadapi godaan. Karena jika banyak melakukan maksiat akan mengurangi pahala yang dikumpulkannya. Seperti dengki yang menghapus pahala. Sikap ujub, riya dan takabur yang merusak ibadah. Oleh karena itu Nabi menganjurkan orang yang hendak berpuasa untuk memasang niat dan menguatkan lagi dengan sahur. “Fainna fissahuuri barokah.. sesungguhnya di dalam sahur ada berkah.”
Maka perbaharuilah selalu imanmu dengan laailaaha illallah, perbaharui amalmu dengan keikhlasan, perbaharui amalmu dengan keikhlasan, perbaharui amalamu dengan keikhlasan, perbaharui semangat dengan doa dan munajat, perbaharui akhlak dengan pembersihan jiwa.

4. Menjadikan
Niat yang buruk atau salah niat, bisa menjadikan perbuatan halal menjadi haram. Misalnya seseorang berbuat baik tetapi tujuannya salah.
Niat bisa menjadiakan amalan yang mubah menjadi ibadah. Misalnya, makan minum itu mubah, bila dilakukan dengan niat ibadah maka akan menjadi ibadah. Niat juga menjadikan perkara yang mubah menjadi pintu pahala. Misal senyuman bisa menjadi ibadah . “Senyummu untuk saudarmu itu adalah shadaqah.” Semuanya tergantung niatnya. Maka setiap saat kita harus memperbaharui imanmu dengan laa ilaaha illallah.”

5. Niat adalah ruh kehidupan
Niat itu bukti kesadaran, tanda kekidupan, ciri kemuliaan. Dengan niat yang benar, jiwa yang besar, langkah yang sesuai standar, segala aktifitas semakin menjadi memiliki ruh, nilai dan makna lebih. Misalnya seorang melakukan pekerjaan besar atau kecil, karena tak ada minat dan niat, tentu jauh dari hasil yang memuaskan. Karena ia tak merasa berkepentingan apa-apa. Coba bandingkan bila apa yang dilakukan dibayar mahal dan diganjar besar, tentu suka cita melakukannya. Misal orang berdakwah dan tahu keutamaannya, tentu tak akan rela meninggalkan aktifitasnya ini karena kata Nabi, “Barangsiapa mengajak kepada kebaikan, maka baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya.”
Jadikan setiap langkah kita sebagai ibadah. “Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Rabb semesta alam.” (Al An’aam : 162-163)

6. Membedakan
Niat itu pula yang dapat membedakan antara ibadah dengan adat, atau antara ibadah dengan aktifitas apapun yang tidak ada nilainya tanpa niatan ibadah.
Inilah yang membedakan bahwa amal itu dapat sama tapi dengan niatan ibadah maka kualitasnya jauh di atas amal yang tidak berkualitas. Kebiasaan dan kebutuhan, dengan sentuhan niat akan menjadi “beda”, karena Allah menganugerahkan pahala baginya. Zubaid Al Yamy berkata, “Sesungguhnya aku benar-benar suka jika ada niat dalam segala sesuatu, termasuk pula tatkala makan dan minum.”Kata beliau juga, “Berniatlah dalam segala kebaikan yang engkau kehendaki, termasuk tatkala engkau ingin menyapu.” Jadi dengan niat, bedakan rasanya dan rasakan bedanya.

7. Mengesahkan
Syarat sahnya sebuah amal, ibadah dan perbuatan tergantung niatnya. Dengan modal niat yang ikhlas itulah kita berharap Allah menjadikan seluruh amal kita bernilai ibadah disisi-Nya, mendapatkan ridho-Nya dan dimasukkan ke dalam surga-Nya serta dijauhkan dari neraka-Nya.
“Ya Allah, Sesungguhnya kami memohon keridhoan-Mu dan jannah, kami berlindung dari kemurkaan-Mu dan dari panasnya siksa neraka.”

8. Membesarkan
Niat membuat sesuatu yang sederhan menjadi besar. Ini menjadi ruh dasyat yang menggerakkan orang mukmin untuk selalu meniatkan segala sesuatu Allah. Abdullah bin Mubarak berkata, “Berapa banyak amal yang remeh menjadi besar gara-gara niat. Dan berapa banyak amal yang besar menjadi remeh gara-gara niat.”
Niat yang besar menjadikan hidup kita lebih besar. “Laa tahkiranna minal ma’ruufi syai-an.. janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun.”

9. Melipatgandakan
Sebuah amal biasa, apabila dilakukan dengan niat yang besar dan cara yang benar akan dapat melipatgandakan nialinya. Inilah yang biasa disebut sebagai amal jama’i, amal dalam kehidupan berjama’ah. Contoh sederhana, shalat jika dilakukan berjamaah menjadi dua puluh tujuh derajat dan jika dilakukan sendirian bernilai satu derajat.
Niat sungguh membuat pemiliknya besar. Pikiranya kita lebih lebar. Menjadikan setiap langkahnya tegar. Hati pun segar. Maka, jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati jangan kau kotori, jagalah hati jendela hidup ini. Karenanya dengan niat yang benar dan fikiran besar, mari satukan kekuatan meski dalam perbedaan.